Desa di Jawa Tengah Pekerjakan Burung Hantu untuk Membasmi Tikus

Berita Seputar Burung Hantu - Berbicara mengenai burung hantu, kebanyakan orang-orang akan merasa ketakutan dan bahkan merinding. Tapi, kalau sudah membahas mengenai burung hantu, ternyata banyak sekali masyarakat yang menyukainya. Dan bahkan di Desa Tlogoweru, Kecamatan Guntur, Demak, warganya telah mempekerjakan burung hantu untuk membasmi tikus di desanya.

Warga di desa tersebut itu sudah melakukan pemburuan tikus sudah sejak lama, mulai dari pengasapan, membuat lubang perangkap tikus, gropyokan, hingga pemburuan dengan cara manual.

Di samping itu juga warga setempat melakukan berbagai upaya untuk pengendalian tikus, diantaranya sebagai berikut ini :
  1. Gerakan gotong-royong gropyokan tikus dengan cara melakukan pembongkaran sarang tikus.
  2. Gerakan gropyokan tikus menggunakan alat jaring tikus.
  3. Perburuan dan juga penembakan tikus dengan senapan angin.
  4. Memakai umpan yang beracun.
  5. Memakai jebakan tikus.
  6. Penggomposan dengan menggunakan belerang.
  7. Sanitasi pembersihan gulma atau rumput liar.
  8. Rekayasa genetika dengan cara memberi umpan ketela yang digodog dengan air kelapa supaya tikus yang makan umpan tersebut bisa mandul.
  9. Kebijakan Kepala Desa Tlogoweru dengan peraturan desa yang mewajibkan setiap kepala keluarga harus setor buntut tikus. Tiap tahun duakali, setiap kepala keluarga wajib setor buntut tikus sebanyak 50-300 ekor buntut tikus.

Tetapi semua cara membasmi tikus tersebut itu ternyata gagal dan bahkan belum efektif. Meski sudah berupaya ternyata masih saja terjadi kerusakan yang diakibatkan oleh serangan hama tikus. Kerusakannya antara 20-30 persen pada komoditas padi, sedangkan untuk komoditas lainnya lebih dari 30 persen, menurut Media Burung Indramayu.

Oleh karena itulah warga di desa tersebut berinisatif untum memanfaatkan jasa burung hantu untuk memusnahkan hama tikus. Cara seperti ini mulai mereka gunakan setelah melihat bangkaii tikus diatas atap puskesmas.

Warga pun makin penasaran, setelah diselidiki dan diamati ternyata bangkai hama tikus tersebut merupakan hasil buruan dari burung hantu. Penemuan ini sontak menjadi awal mula burung hantu dipekerjaan sebagai pemangsa hama tikus di desa Tlogoweru, Guntut, Demak.

Dari situlah mereka mulai mencari tahu informasi tentang burung hantu di internet. Dan bahkan para petani sampai studi banding burung hantu ke Ngawi, Jawa Timur guna mengetahui cara mengelola dan juga mengembangkan burung hantu tersebut.

Setelah dirasa sudah cukup mendapat ilmu, kemudian warga mulai menangkarkan burung hantu tersebut. Lalu burung hantu dilepas dan dibuatkan rumah di tengah-tengah ladang pertanian.

Begitu diberi penjagaan oleh burung hantu, ternyata hasil panen mereka tidak langsung menguntungkan, mereka masih harus merugi. Barulah setelah beberapa tahun, akhirnya hasil panen mereka melimpah dan bahkan mereka bisa bernapas lega.

Saat ini desa Tlogoweru telah dijadikan tempat studi banding untuk belajar cara membasmi tikus hama dengan menggunakan burung hantu. Pengunjungnya berasal dari berbagai wilayah seperti Sumatera, Jawa Barat, Kalimantan dan bahkan adapula dari negara lain seperti Jepang, Hong Kong, Malaysia, Kanada dan lain sebagainya.

Hebatnya lagi desa Tlogoweru ini sampai menjadi perhatian media diluar negeri. Beberapa hari yang lalu, Reuters telah membuat judul video "Desa di Indonesia Mempekerjakan kembali Burung Hantu".

Dalam video tersebut itu dijelaskan bahwa burung hantu tidak diburu, tetapi justru diperlakukan sebagai hewan peliharaan. Selain itu juga burung hantu malah diberi ruang alami untuk berkembangbiak dan berburu mangsanya.

Baca artikel sebelumnya : 16 Ciri Cucak Ijo yang Bagus dan bermental Juara

Itulah informasi Berita Seputar Burung Hantu yang menginspirasi banyak para petani di Indonesia maupun luar negeri. Mudah-mudahan dengan adanya ulasan seperti ini bisa bermanfaat baik bagi kelangsungan hidup para masyarakat petani. Terima kasih banyak...

Sumber : burungnya.com

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah menyimak artikelnya, silahkan berikan komentar anda terkait ini...

 
Media Burung Indramayu © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top